Hardiknas di UPT SMPN 32 Gresik, Upacara Digelar, Murid Jajal Mengajar

Humas
By -
0

Gresik – Momentum Hari Pendidikan Nasional tahun 2026 di UPT SMP Negeri 32 Gresik berlangsung berbeda dari biasanya. Selain melaksanakan upacara bendera, sekolah bekerja sama dengan OSIS menghadirkan program “Murid Menjadi Guru Sehari”. Melalui kegiatan ini, para siswa yang tergabung dalam kepengurusan OSIS mendapat kesempatan merasakan langsung peran sebagai guru di kelas.



Sebelum pelaksanaan program, Kepala UPT SMP Negeri 32 Gresik, Ahmad Hanif Hasan, S.Pd,, M.Pd., memimpin upacara sekaligus membacakan amanat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah. Dalam amanat tersebut, Hanif menyampaikan bahwa sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto tentang budaya ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah), sekolah harus mampu menjadi tempat yang nyaman bagi peserta didik.


“Sekolah harus kita bangun sebagai rumah kedua yang aman, sehat, bersih, dan indah bagi anak-anak,” ujarnya, Senin (04/05/2026).



Ia juga menambahkan bahwa sekolah memiliki peran penting dalam membangun integrasi dan kohesi sosial melalui pendidikan yang inklusif, holistik, serta menjunjung tinggi sikap saling menghormati.



Selaras dengan semangat tersebut, program “Murid Menjadi Guru Sehari” menjadi upaya nyata sekolah dalam memberikan pengalaman belajar dari sudut pandang yang berbeda.



Para siswa pun mengaku mendapatkan pengalaman berharga. Tazkiyah Ramadhani merasakan bahwa menjadi guru sehari menghadirkan pengalaman yang seru sekaligus melelahkan.


“Teman-teman ada yang tidak bisa diam dan banyak tingkah jadi kita kesulitan,” ujar Kia, sapaan akrab Tazkiyah Ramadhani.

Pengalaman serupa juga dirasakan Faza Adibbaul Auliya’ Annaja yang mengaku sempat grogi saat mengajar dan harus belajar mengendalikan emosi di kelas. Sementara itu, Karunia Nurin Iffah menilai kegiatan ini memberikan gambaran bahwa menjadi guru membutuhkan kesabaran dan ketelatenan.



Pengurus OSIS lainnya seperti  Indi Nurin Nihayah Ramadhani, Azrova Mirna Anjzani, Cheryllia Zahwa Salsabillah, Kirana Aulya Putri, Asywaq Salsabila, dan Shofiyah Zahira juga mengungkapkan hal yang sama. 


Mereka sadar dan semakin memahami bahwa menjadi guru bukan hal yang mudah, karena memjadi guru itu membutuhkan energi, kesabaran, dan tanggung jawab yang besar.


“Ternyata menjadi guru itu tidak mudah, butuh kesabaran,” ungkap Shofiyah Zahira.


“Setelah ini, saya tidak banyak berbicara saat guru menjelaskan dan selalu mengerjakan tugas yang diberikan guru,” janji Ova sapaan akrab Azrova Mirna Anjzani.


Video upacara Hardiknas bisa ditonton di  media sosia TikTok UPT SMP Negeri 32 Gresik


Humas : Rifaus.id

Tags:

Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)
6/related/default