Gresik – Sebagai langkah untuk memperkuat kolaborasi antara sekolah dan wali murid baru, UPT SMP Negeri 32 Gresik menggagas pertemuan perdana tahun ajaran 2026/2027. Dalam forum tersebut, sekolah memperkenalkan budaya pelayanan Spentiwa Istimewa sekaligus mengajak orang tua untuk berperan aktif dalam proses pendidikan anak.

Pertemuan yang berlangsung di musala sekolah itu diawali dengan sambutan Ketua Komite Sekolah, Suheri, S.Pd. yang mengucapkan selamat datang kepada wali murid baru. Ia berharap komunikasi yang telah terjalin dapat terus diperkuat sehingga sekolah dan orang tua dapat berjalan beriringan dalam mendampingi tumbuh kembang anak.
Ucapan selamat datang juga disampaikan Kepala UPT SMP Negeri 32 Gresik, Ahmad Hanif Hasan, S.Pd., M.Pd. Dalam kesempatan itu, ia memperkenalkan seluruh jajaran manajemen sekolah beserta tugas dan tanggung jawabnya agar orang tua mengenal pihak-pihak yang akan mendampingi putra-putrinya selama menempuh pendidikan di UPT SMP Negeri 32 Gresik.
Tak hanya itu, Hanif juga memperkenalkan tagline Spentiwa Istimewa sebagai budaya pelayanan yang menjadi identitas sekolah. Menurutnya, akronim tersebut merupakan nilai-nilai yang terus dibangun dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah, yakni Iman dan Integritas, Santun, Tangguh, Inovatif, Mandiri, Empati, Wawasan Global, serta Akhlak Mulia.
.jpeg)
Hanif menegaskan, pendidikan tidak akan berhasil tanpa dukungan orang tua. Karena itu, sekolah membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya dengan mengundang wali murid sebagai narasumber berbagi pengalaman sesuai profesi dan keahlian yang dimiliki.
"Kami ingin sekolah ini menjadi ruang belajar bersama. Orang tua yang memiliki keterampilan memasak, bertukang, berwirausaha, atau profesi lainnya dapat menjadi narasumber. Pengalaman mereka akan menjadi ilmu yang sangat berharga bagi anak-anak," ujarnya Jumat (24/07/2026).
Tak hanya itu, Hanif juga mengajak seluruh wali murid mendukung gerakan sekolah ramah lingkungan dengan membiasakan anak membawa tumbler dari rumah. Langkah sederhana tersebut dinilai mampu mengurangi penggunaan sampah plastik di lingkungan sekolah.
Dalam kesempatan itu, Hanif juga menegaskan komitmen sekolah menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi seluruh murid. Menurutnya, pencegahan perundungan tidak bisa hanya dibebankan kepada sekolah, tetapi memerlukan dukungan dan pengawasan bersama antara guru dan orang tua.
"Kami belum sempurna, tetapi kami akan terus berusaha agar tidak terjadi perundungan di sekolah." tegasnya.
"Kami juga bukan sekolah terbaik, namun kami tidak pernah berhenti berproses untuk menjadi lebih baik," pungkasnya.

Pertemuan ditutup dengan sesi dialog. Sejumlah wali murid menyampaikan masukan, sementara pihak sekolah menegaskan bahwa pintu komunikasi akan selalu terbuka sebagai bagian dari upaya mewujudkan pendidikan yang berkualitas melalui kemitraan yang kuat antara sekolah dan orang tua.
Humas: Rifaus.id
_____________
Tagline terbaru ✨ Spentiwa Istimewa
🫶 Iman & Integritas
Beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa, jujur, amanah, dan bertanggung jawab dalam setiap tindakan.
🤝 Santun
Bersikap sopan, menghormati guru, orang tua, teman, serta menjaga tutur kata dan perilaku.
💪 Tangguh
Disiplin, pantang menyerah, mampu menghadapi tantangan, dan bangkit dari kegagalan.
💡 Inovatif
Kreatif, memiliki ide-ide baru, serta mampu memanfaatkan teknologi untuk menghasilkan karya yang bermanfaat.
🚀 Mandiri
Percaya diri, mampu mengambil keputusan yang tepat, dan bertanggung jawab atas setiap pilihan.
🫂 Empati
Peduli terhadap sesama, mau membantu, menghargai perbedaan, dan mampu bekerja sama.
🌍 Wawasan Global
Terbuka terhadap ilmu pengetahuan, teknologi, budaya, serta siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional tanpa meninggalkan jati diri bangsa.
✨ Akhlak Mulia
Berperilaku baik, berbudi pekerti luhur, menjadi teladan dalam ucapan maupun tindakan di sekolah, keluarga, dan masyarakat.